Pulang kerja, badan capek. Baru duduk sebentar, lihat anak ternyata lagi asyik main HP.
Mau ngajak ngobrol...
“Dek, sini sama Ayah.”
“Bentar, Yah...”
Akhirnya ayah duduk sendiri. 😅
Pernah mengalami?
Kadang sebagai ayah kita juga bingung. Mau melarang anak main HP, tapi setelah HP-nya diambil, kita sendiri bingung mau ngajak anak melakukan apa.
Mau bermain, badan sudah capek.
Mau keluar rumah, belum tentu punya waktu.
Akhirnya HP lagi.
Sebenarnya tidak perlu langsung berpikir macam-macam. Anak suka HP itu wajar. Di sana memang banyak hal menarik.
Tapi kalau ayah ingin punya waktu lebih banyak dengan anak, mungkin yang perlu dicoba bukan sekadar mengurangi HP, tapi mencari kegiatan sederhana yang bikin anak senang ketika bersama ayah.
Tidak perlu mahal.
Tidak perlu pergi jauh.
Coba beberapa aktivitas ini.
1. Jalan-jalan keliling komplek
Ini sederhana banget.
Tidak perlu punya tujuan. Sore atau pagi, ajak anak jalan sebentar.
“Yuk, ikut Ayah jalan.”
Sepanjang jalan biasanya anak malah menemukan banyak hal.
Ada kucing.
Ada motor.
Ada orang lewat.
Ada tukang jualan.
Dari situ obrolan bisa muncul sendiri.
Kadang justru obrolan seperti ini yang jarang terjadi kalau ayah dan anak cuma duduk di rumah.
2. Main kejar-kejaran
Kalau anak masih kecil, sebenarnya ayah tidak perlu punya banyak ide.
Kejar-kejaran saja sudah cukup.
Ayah pura-pura mau menangkap anak.
“Eh, sini kamu!”
Anak lari sambil ketawa.
Sudah.
Tidak ada aturan. Tidak ada alat.
Dan biasanya anak malah minta lagi.
“Sekali lagi, Yah!”
Nah, di situ ayah mungkin baru sadar...
Ternyata anak tidak selalu butuh mainan baru.
Kadang dia cuma butuh ayahnya ikut bermain.
3. Bikin sesuatu dari barang yang ada di rumah
Coba lihat rumah.
Ada kardus bekas?
Jangan buru-buru dibuang.
Bisa jadi rumah-rumahan.
Bisa jadi mobil.
Bisa jadi garasi.
Bisa juga cuma jadi kardus biasa yang kemudian anak coret-coret.
Biarkan saja.
Ayah tinggal ikut masuk ke dunia anak.
Kalau anak bilang,
“Ayah jadi polisi.”
Ya sudah.
Ayah jadi polisi.
Kalau lima menit kemudian anak bilang Ayah jadi penjahat, ya ganti profesi lagi. 😂
Tidak perlu terlalu serius.
Yang penting anak senang dan ayah ikut di dalam ceritanya.
4. Bikin makanan sederhana
Tidak harus masak yang ribet.
Bikin roti, cokelat, pisang, susu, atau makanan sederhana yang biasa ada di rumah.
Anak bisa ikut membantu.
Misalnya menyusun roti atau memilih topping.
Memang hasilnya kadang berantakan.
Tapi tidak apa-apa.
Namanya juga anak-anak.
Justru dari kegiatan seperti ini biasanya muncul obrolan kecil yang menyenangkan.
Dan bonusnya, setelah selesai bisa dimakan bersama.
5. Baca buku, tapi jangan terlalu serius
Kalau punya buku cerita anak, coba baca bersama.
Tapi ayah tidak harus membaca persis seperti yang tertulis di buku.
Kalau ceritanya tentang kelinci, ayah bisa bertanya,
“Kalau kamu jadi kelinci, mau lari ke mana?”
Atau kalau ada gambar singa:
“Ini singa kok mukanya galak banget, ya?”
Anak biasanya ikut menjawab.
Kadang jawabannya juga aneh-aneh.
Tidak masalah.
Justru itu yang bikin seru.
6. Kasih waktu khusus 10 menit
Ini mungkin terdengar sederhana, tapi coba sekali-sekali.
Sepuluh menit saja.
HP ayah disimpan.
TV dimatikan.
Kerjaan ditinggal sebentar.
Terus bilang ke anak:
“Sekarang Ayah main sama kamu. Kamu mau main apa?”
Biarkan anak memilih.
Mau mobil-mobilan?
Menggambar?
Main boneka?
Mau cerita?
Ikuti saja.
Sepuluh menit mungkin terasa sebentar bagi kita.
Tapi buat anak, perhatian penuh dari ayah bisa terasa berbeda.
Apalagi kalau biasanya ayah pulang kerja masih sibuk dengan HP atau pekerjaan.
7. Ngobrol sebelum tidur
Tidak perlu sesi ngobrol serius.
Sambil rebahan juga boleh.
Coba tanya hal sederhana.
“Hari ini seru nggak?”
“Tadi main apa?”
“Besok mau apa?”
Kadang anak jawab panjang.
Kadang cuma:
“Enggak tahu.”
😂
Ya sudah.
Tidak perlu dipaksa.
Besok tanya lagi.
Lama-lama anak akan terbiasa cerita kepada ayah.
Yang penting bukan membuat anak berhenti main HP.
Yang penting, anak juga punya alasan untuk memilih menghabiskan waktu bersama ayah.
Jadi, harus melarang anak main HP?
Tidak juga.
Namanya anak, pasti ada waktunya main HP.
Yang mungkin perlu dicoba adalah jangan sampai HP menjadi satu-satunya hal yang membuat anak merasa senang.
Kalau selama ini setiap kali bosan langsung HP, coba perlahan kasih pilihan lain.
“Main sama Ayah yuk.”
“Jalan yuk.”
“Bikin sesuatu yuk.”
Tidak harus setiap hari berhasil.
Ada hari ketika ayah capek.
Ada hari ketika anak tetap memilih HP.
Ya sudah.
Namanya juga kehidupan di rumah. 😄
Yang penting jangan merasa harus menjadi ayah yang sempurna.
Cukup mulai dari hal kecil.
Kadang cuma 10 menit.
Kadang cuma jalan keluar rumah.
Kadang cuma duduk sambil mendengarkan anak cerita sesuatu yang sebenarnya tidak penting bagi kita.
Tapi mungkin penting buat dia.
Karena nanti anak akan semakin besar.
Yang sekarang masih mau dikejar-kejar, digendong, dan diajak bermain, suatu hari mungkin sudah sibuk dengan dunianya sendiri.
Jadi kalau hari ini anak masih mau bilang,
“Ayah, main yuk.”
Kalau badan masih kuat, mungkin tidak ada salahnya jawab:
“Yuk.”
.png)
