Kakek Bingung Harus Tinggal di Mana

Cerita hangat tentang seorang ayah tua yang bingung harus tinggal di mana, dan anak laki-laki yang diam-diam memikirkan orang tuanya.

Ilustrasi hangat khas Demi Anak Istri tentang seorang kakek duduk sendiri menatap keluar jendela rumah dengan suasana senja yang tenang dan emosional, menggambarkan kesepian orang tua di usia senja serta kebingungan anak memikirkan tempat tinggal ayahnya.

Semakin besar ternyata masalah hidup bukan cuma soal uang.

Kadang yang bikin pikiran berat justru soal orang tua sendiri.

Saya akhir-akhir ini sering kepikiran bapak saya.
Kadang kasian lihat beliau.
Apalagi sekarang usia sudah makin tua.

Beliau sebenarnya tidak banyak bicara.
Tapi kelihatan kalau sering bingung harus tinggal di mana yang benar-benar nyaman.

Kalau tinggal sendiri saya takut kenapa-apa.
Tapi kalau tinggal sama anak juga kadang beliau terlihat canggung.

Terutama dengan menantu.

Dan saya rasa banyak orang tua memang begitu.

Bukan karena menantunya jahat.
Bukan.

Tapi orang tua zaman dulu sering tidak enakan.

Mau ambil makan takut merepotkan.
Mau nyalain TV takut ganggu.
Kadang mau ngobrol juga bingung.

Akhirnya lebih banyak diam.

Sebagai seorang ayah dan anak laki-laki…
rasanya posisi seperti ini berat juga.

Di satu sisi kita sudah punya keluarga sendiri.
Ada istri.
Ada anak.
Ada tanggung jawab hidup yang makin banyak.

Tapi di sisi lain… hati tetap kepikiran orang tua.

Kadang kalau lihat bapak duduk sendiri rasanya sedih.

Saya jadi ingat dulu waktu kecil.

Bapak yang kerja terus.
Bapak yang antar sekolah.
Kalau saya sakit beliau panik.
Kalau saya minta sesuatu beliau usahakan walau keadaan susah.

Sekarang keadaan sudah kebalik.

Anaknya sudah besar.
Bapaknya mulai menua.

Dan jujur… melihat orang tua menua itu ternyata berat untuk seorang anak laki-laki.

Kadang bapak cuma duduk diam.
Lihat luar rumah.
Tidak banyak cerita.

Tapi saya tahu mungkin sebenarnya beliau cuma kesepian.

Apalagi orang tua kalau sudah kehilangan pasangan hidup biasanya berubah.

Rumah jadi terasa sepi.
Tidur sendiri.
Makan sendiri.
Tidak ada teman ngobrol seperti dulu lagi.

Hal begitu yang kadang anak tidak terlalu lihat.

Padahal mungkin itu yang paling dirasakan orang tua.

Saya juga sadar sebenarnya orang tua tidak minta macam-macam.

Bukan ingin rumah mewah.

Kadang mereka cuma ingin merasa masih dianggap ada.

Diajak ngobrol sedikit saja kadang sudah senang.
Ditanya mau makan apa saja wajahnya langsung berubah cerah.

Hal kecil begitu sekarang malah terasa mahal.

Kadang saya suka mikir sendiri.

Nanti kalau saya tua apakah saya juga akan begitu.

Takut merepotkan anak.
Takut tidak cocok tinggal di rumah anak.
Takut cuma jadi beban.

Pikiran seperti itu kadang bikin dada sesak juga.

Karena menjadi ayah ternyata tidak semudah yang dibayangkan waktu muda dulu.

Kita harus kuat untuk banyak hal.

Kuat cari nafkah.
Kuat buat keluarga.
Kuat buat orang tua juga.

Walaupun kadang isi kepala sendiri sebenarnya juga capek.

Makanya saya yakin… di luar sana banyak para ayah yang sebenarnya sedang memendam pikiran seperti ini sendirian.

Kelihatannya biasa saja.

Padahal di dalam kepala ramai.

Karena tidak semua laki-laki nyaman bercerita.

Tidak semua ayah juga punya tempat untuk didengar.

Para ayah di sini ada yang pernah merasakan hal seperti ini juga?

Bingung memikirkan orang tua yang mulai menua.
Kasian kalau tinggal sendiri.
Tapi kadang beliau juga canggung kalau tinggal bersama anak dan menantu.

Sebagai anak rasanya serba salah.

Kalau ada yang sedang ada di posisi seperti ini juga…
ayo kita saling cerita dan berdiskusi.

Kadang hati cuma butuh didengar.
Karena tidak semua hal nyaman diceritakan ke orang sekitar.

Dan dari cerita-cerita seperti inilah saya akhirnya membuka Ruang Cerita DAI.

Tempat untuk para ayah cerita pelan-pelan tentang hidup, keluarga, rumah tangga, orang tua, pekerjaan, atau isi kepala yang lagi berat.

Tanpa dihakimi.
Tanpa harus terlihat kuat terus.

Kadang kita cuma butuh didengar oleh orang yang benar-benar paham rasanya jadi seorang ayah.

Kalau memang lagi capek…
lagi bingung…
atau cuma ingin cerita tanpa ditertawakan…

boleh DM IG saya dulu ya.

IG : @demi.anak.istri